Surakarta, 26 September 2025 – Suasana Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 2 (SMP Muhduta) tampak berbeda dari biasanya pada Jumat pagi itu. Alih-alih duduk mendengarkan pelajaran di kelas, para siswa justru sibuk menggunting, mengelem, dan mengecat di halaman sekolah. Mereka sedang menjalani “Project Kreativitas Barang Bekas”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan mengasah keterampilan berwirausaha sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 ini, melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga IX. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan ditantang untuk mengubah barang-barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya yang memiliki nilai guna dan estetika.
Terdapat beragam barang bekas yang disulap menjadi karya menakjubkan. Botol plastik bekas diubah menjadi wadah serba guna yang cantik dan tempat pensil. Kardus bekas disulap menjadi tempat sampah dan bingkai foto.
Bu Ireyni, S.Pd., dan Bu Sekar, S.Pd guru pembimbing project ini, menyampaikan antusiasmenya. “Project ini bukan sekadar tugas prakarya biasa. Ini adalah media bagi siswa untuk belajar tentang pentingnya mengurangi sampah (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) atau 3R. Kami terkejut dan bangga dengan tingkat kreativitas mereka. Ide-ide yang mereka hadirkan sangat segar dan inovatif,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Salah satu siswa, Annisa dari kelas IX, dengan semangat memamerkan karyanya, sebuah tempat pensil dari botol bekas. “Awalnya susah juga nyari ide, tapi seru sekali. Ternyata sampah yang kita anggap tidak berguna bisa jadi sesuatu yang indah. Saya jadi lebih sadar untuk tidak mudah membuang barang,” ceritanya dengan wajah berbinar.
Project ini tidak hanya berhenti pada proses pembuatan. Rencananya, semua karya siswa akan dipamerkan dan dipersentasikan dalam “Gelar Karya Eco-Creative” di ruang kelas VII pada pekan depan. Karya-karya terpilih bahkan akan dijual, dan hasilnya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial sekolah.
Kepala SMP Muhduta, Mujibuddakwah, M.Pd., menegaskan bahwa project semacam ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli lingkungan dan memiliki jiwa kreatif. “Kami berharap, kegiatan ini dapat menanamkan karakter positif pada siswa. Mereka belajar bekerja sama, memecahkan masalah, dan yang terpenting, memahami tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus dalam menjaga kelestarian bumi,” pungkasnya.
Dengan semangat dan tawa ceria, project Jumat itu berhasil membuktikan bahwa dari tangan-tangan kreatif para generasi muda, sampah bisa berubah menjadi berkah dan inspirasi.






