KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti SMP Muhammadiyah 2 Kartasura, atau yang lebih dikenal dengan SMP Muhduta, pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) resmi menyelenggarakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua IPM untuk periode kepengurusan 2026/2027.
Yang membuat pemilihan tahun ini begitu istimewa dan bersejarah adalah fakta bahwa IPM di SMP Muhduta sudah lama tidak eksis atau vakum dalam beberapa tahun terakhir. Tidak ada pengurus periode sebelumnya (2025/2026) sehingga tidak ada ketua lama yang menyerahkan estafet kepemimpinan. Pemilihan ini sekaligus menandai era kebangkitan organisasi pelajar Muhammadiyah di sekolah tersebut setelah sekian lama mati suri.
Kegiatan yang digelar di kampus SMP Muhduta ini menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali organisasi sebagai wadah pembinaan kader dan penanaman nilai-nilai Islam serta kemuhammadiyahan. Pemilihan kali ini mengusung tema “Aspire to Inspire”, yang bermakna harapan agar para pemimpin terpilih mampu menyampaikan aspirasi dan menginspirasi sesama siswa untuk menghidupkan kembali semangat organisasi, serta menjadi pemimpin yang amanah di tengah kebangkitan IPM.
Berbeda dengan pemilihan konvensional pada umumnya, panitia yang dibentuk khusus oleh pihak sekolah dan pembina IPM memilih untuk menerapkan sistem pencoblosan langsung menggunakan kertas suara, yang menjadi ciri khas proses demokrasi. Panitia menyediakan bilik suara dan kotak suara untuk menjaga kerahasiaan serta keabsahan pilihan setiap pemilih. Setelah melakukan pencoblosan dengan alat khusus berupa paku pada kertas suara yang telah disediakan, jari para siswa dan guru dicelupkan ke dalam tinta biru sebagai tanda bahwa mereka telah menggunakan hak pilihnya. Suasana di area pemungutan suara pun berlangsung khidmat dan tertib. Proses penghitungan suara dilakukan secara manual (open counting) yang disaksikan langsung oleh seluruh siswa, guru, serta pengawas sekolah untuk menjamin transparansi hasil pemilihan.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Tilawatil Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars IPM. Acara inti kemudian dilanjutkan dengan orasi serta penyampaian visi dan misi dari kedua pasangan calon ketua dan wakil ketua IPM.
Pasangan calon nomor urut 1 mengusung pasangan Atifa Zulfa sebagai calon Ketua dan Zafiirah Putri L sebagai calon Wakil Ketua. Sementara itu, pasangan calon nomor urut 2 menghadirkan Muhammad Abdul Hafizh sebagai calon Ketua dan Muh Naufal Arif sebagai calon Wakil Ketua. Kedua paslon tampil percaya diri memaparkan program-program unggulan mereka, mulai dari peningkatan kualitas kajian rutin, pengembangan bakat minat siswa, hingga penguatan solidaritas sosial dan aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Muhduta, Mujibuddakwah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas digelarnya pemilihan ini. “Ini adalah awal yang baru dan sejarah baru bagi kita semua. Karena IPM di sekolah kita sudah lama vakum dan tidak ada ketua sebelumnya, hari ini kita bersama-sama menulis lembaran baru untuk kebangkitan organisasi pelajar Muhammadiyah. Saya berharap siapapun yang terpilih nanti akan menjadi motor penggerak yang kuat, bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi untuk mengajak seluruh siswa kembali mencintai organisasi dan menghidupkan semangat persyarikatan di lingkungan sekolah,” ujarnya penuh haru.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua IPM periode 2026/2027 ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, demokrasi, dan tanggung jawab kepada siswa, sekaligus menjadi tonggak kebangkitan organisasi intra sekolah.
Antusiasme pemilih terlihat dari keseruan para siswa saat memberikan hak suaranya di bilik suara dan menunggu proses penghitungan suara secara manual. Salah satu siswa kelas 7, Revan, turut merasakan kegembiraan dan penasaran. “Seru dan senang bisa ikut berpartisipasi dalam pemilu dengan cara mencoblos seperti pemilu pada umumnya. Apalagi ini kan untuk memulai IPM lagi setelah lama banget tidak ada kegiatan, jadi deg-degan juga apakah paslon pilihan saya bisa menang dan nanti bisa bikin IPM ramai lagi,” ujarnya.
Sri Hartatik selaku pengawas sekolah juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, gelaran pemilu IPM dengan sistem pencoblosan memiliki manfaat yang sangat besar bagi siswa dalam memahami proses demokrasi secara langsung dan mengajarkan nilai kejujuran sejak dini, serta menjadi simbol bahwa dari keterpurukan, organisasi bisa bangkit kembali.
Dengan terselenggaranya pemilihan ini di tengah kondisi vakum yang panjang, diharapkan terpilih pengurus IPM yang progresif, solid, dan memiliki jiwa pejuang untuk membesarkan organisasi kembali. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang di antara paslon Atifa-Zafiirah dan paslon Abdul Hafizh-Naufal, mereka diamanahi untuk membawa kebangkitan IPM di SMP Muhduta dan menjadi pelopor kebaikan bagi seluruh warga sekolah.






