Pembinaan Majelis Dikdasmen dan PNF di SMP MUHDUTA: Guru Didorong Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran

Sukoharjo, 10 Juli 2026 – SMP Muhammadiyah 2 Kartasura (SMP MUHDUTA) menggelar kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF, Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Bapak H. Asrori, S.Pd.I., Bapak Heru Wibowo, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Bapak Sartono.

Pembinaan yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP MUHDUTA ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat komitmen sekolah dalam mencetak generasi unggul. Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Majelis Dikdasmen dan PNF yang konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah--43.

Materi Pembinaan dari Tiga Narasumber

Pada sesi pertama, Bapak H. Asrori, S.Pd.I. menyampaikan materi mengenai penguatan nilai-nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajaran. Beliau menekankan pentingnya internalisasi karakter Islami tidak hanya dalam mata pelajaran agama, tetapi juga terintegrasi dalam seluruh aspek kegiatan belajar mengajar-. “Guru adalah teladan utama bagi siswa. Oleh karena itu, pembinaan akhlak dan karakter harus dimulai dari keteladanan para pendidik,” ujar H. Asrori.

Selanjutnya, Bapak Heru Wibowo, S.Pd., M.Pd., Ph.D. memaparkan cetak biru transformasi sekolah. Beliau mengkritisi model konvensional yang dinilai “kaku dan beroutput massal”, lalu menawarkan konsep “Sekolah Butik” dengan kelas intim (<20 siswa) serta tim 7 Guru Inti yang berperan sebagai teacher-coach untuk pendampingan personal. Inti perubahan ini adalah pergeseran dari sekadar mengejar nilai, menuju pembentukan “Murid Tangguh” yang adaptif dan tahan banting.

Pada sesi inti, Heru memperkenalkan program unggulan “School of Resilience” yang menekankan tiga aspek: kesehatan mental (safe space bebas bullying dan circle time), literasi digital praktis (AI prompt engineering, Canva, CapCut untuk industri kreatif), serta proyek berbasis masalah nyata di komunitas untuk melatih empati. Dengan strategi eksekusi ramping (kolaborasi lintas mapel) dan pemasaran digital (guerrilla marketing seperti konten “Day in The Life” serta testimoni alumni), SMP MUHDUTA ditargetkan menjelma menjadi “Life-Ready & Future-Proof School” yang mencetak lulusan unggul secara mental, emosi, sosial, dan digital.

Sesi terakhir diisi oleh Bapak Sartono yang mengangkat tema peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru. Beliau menyoroti pentingnya keseimbangan antara pengembangan kompetensi akademik dan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai fondasi utama dalam membangun sekolah yang unggul dan berkelanjutan. “Guru yang profesional dan sejahtera akan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ungkap Sartono dalam paparannya.

Komitmen Menuju Sekolah Unggul

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Majelis Dikdasmen dan PNF dalam melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah-. Pembinaan rutin seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara sekolah dan persyarikatan dalam mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan-43.

Dengan adanya pembinaan dari para narasumber yang kompeten di bidangnya, SMP MUHDUTA optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikannya dan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *